Friday, September 30, 2016

Black World Orders

Black World Orders!
Story By : Fatchur Rachman

.-----,-------,------,-------.

Ini  adalah sebuah kisah pertempuran besar, pertempuran yang penuh dengan pengorbanan darah,tulang,daging,hati dan air mata . Pertempuran yang gagah berani namun penuh dengan kepedihan, kisah yang menceritakan kehidupan mengerikan dunia ini yang dikuasai oleh mereka yang memusuhi Tuhan, yang merasa me-Raja-i, yang tidak ingin mati, yang ingin abadi, yang ingin menjadi raja, yang ingin menguasai, yang tidak ingin di hukum, yang penuh nafsu, yang tidak peduli kepada apapun, maupun siapapun, yang menyangkal bahwa dia manusia dan meyakini dia Tuhan itu sendiri atas kehidupannya. Sekte ini meyakini bahwa jika mereka mau seperti yang mereka harapkan, maka mereka harus meminta kepada Tuhan yang lain, Tuhan yang lebih memahami keinginan mereka, Tuhan yang lebih mendengarkan mereka, Tuhan yang lebih tinggi dari yang memberikan mereka hidup, dan mereka meyakini bahwa dia ada, keangkuhan yang membuat mereka mengkhianati pencipta mereka sendiri, dan mereka meyakini Tuhan mereka adalah sang “UTAS, Tuhan dengan hanya memiliki satu mata atau juga dikenal “PALOGGI.

Konon para pendosa ini berakar dari satu tetua mereka yang bernama “Qobbil”, manusia pertama di alam ini yang mengawali Dosa. Terlahirlah Pannittia yang memulai pergerakannya untuk mewujudkan cita-cita mereka yang diinginkan, dengan mengerikan mereka memberi banyak persembahan kepada Tuhan mereka dengan apapun. Dan entah bagaimana dan mengapa, Tuhan sesungguhnya memberikan dan mengabulkan doa doa mereka . Entah karena tidak ingin menerima mereka disurga atau entah karena ingin membuat mereka percaya bahwa ada tuhan lain, atau entah karena sayang kepada mereka atau entah karena untuk menguji manusia yang masih percaya bahwa tiada Tuhan selain DIA. Pannittia akhirnya memegang kendali dunia sejak dulu hingga sekarang dan setiap detiknya merusak seluruh kehidupan dunia demi keuntungan mereka.

Hingga akhirnya disuatu negara barat di dunia ini, seorang hamba Tuhan yang luar biasa imannya, berdoa sambil menangis darah dengan menggendong mayat – mayat keluarganya karena kekejaman World Order “Ya Tuhanku.... ..., yang memiliki 99 Nama yang Maha Agung, tiada sekutu yang mampu melawanMu, Yang menguasai Siang dan Malam, yang menguasai Alam Semesta, yang Maha menciptakan lagi Menghancurkan, yang Maha menghidupkan lagi Mematikan, Yang Maha Raja di atas segala Raja, Yang Maha Awal dari segala Permulaan, Yang Maha Melihat lagi Menyayangi, Yang Menguasai Segala sesuatu, Raja dari segala Manusia, Cahaya bagi seluruh kegelapan.... Aku adalah hambaMu yang hina, hambaMu yang penuh dosa, hambaMu yang tiada sanggup menatapMu, hambaMu yang sering melupakanMu, hambaMu yang tiada mampu berbuat apapun kecuali atas KehendakMu Tuhan .. Kini hamba telah kehilangan yang hamba cintai, keluarga hamba, karena kekejaman musuh musuhmu Tuhan, kekejaman mereka yang mendustakanMu, kekejaman mereka yang semena-mena terhadap hamba-hambaMu Tuhan !.... , Mereka yang gemar menyiramkan darah hamba-hambaMu diatas tanah bumiMu Tuhan !!!.... , Hamba mohon Tuhan, hancurkan mereka dengan kekuasaan 99 NamaMu, Kirimkanlah kami bantuanMu, Kirimkanlah kami pertolonganmu wahai Yang Maha Menolong, kirimkanlah kami kekuatanMu wahai Yang Maha Perkasa Lagi Maha Tinggi, kirimkanlah kami CahayaMu , Kirimkanlah lagi kami Pembimbing, bimbing kami kepada jalan menuju SurgaMu Tuhan ...” – Setelah berdoa dengan khusuk sambil bercampur aduk perasaan seorang hamba Itu, tiba tiba langit terbuka dan dari langit itu tertiup angin yang kencang dengan aroma yang wangi seperti mengatakan bahwa masih ada harapan .

Pada tahun 2100, tahun dimana kekejaman World Order semakin menjadi – jadi, lahirlah seorang anak dari keluarga “Rajja” yang merukapan salah satu dari 9 elit bangsawan di kalangan Pannittia yang menguasai World Order . Anak ini lahir dari pasangan suami istri yang baik dan taat serta diam – diam lebih memilih dan mempercayai Tuhan yang sejati yang memiliki 99 Nama yang Maha Agung , Raja para Manusia dan pencipta segala sesuatu, yang tidak lain merupakan musuh para keluarganya . Namun keyakinan mereka kuat dan tidak pernah terbongkar . Anak dari kedua manusia hebat ini bernama “Namhcar Ruhctaf Von Onesus Irasatipsup Lex Anna” yang artinya “Kasih dari yang Maha Tinggi yang mempunyai jiwa Gagah Berani” .

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

            2113, menjadi awal dari semua kepedihan Namchar sebagai lompatan pendewasaannya, karena dunia sudah cukup lama menanti. Tuhan telah mentakdirkan dia MELEDAK. Kota Malang, di kawasan Rajjaa tepatnya di Gedung pertemuan besar seluruh keluarga Rajjaa, seorang turunan suci elit Bangsawan Pannittia di arahkan menuju hidup dewasanya. Dalam kepercayaan mereka, para anak – anak PALOGGI menjadi dewasa pada saat mereka hidup hingga 13 tahun. Pada saat acara itu berbagai macam persembahan diberikan kepada Namchar dan tentu saja pada saat itu juga ia diberikan kunci untuk menguasai Dunia, yaitu Kunci PALOGGOS yang berwujud kartu, dan atribut suci lainnya berwujud Cincin PALOGGOS, Gelang PALOGGOS , Liontin PALOGGOS serta Namchar berhak memilih satu senjata suci untuk nyawanya dan ia Memilih “Tidak, maafkan saya tapi sepertinya belum ada satupun senjata yang memanggil namaku bapa volvalla.” Sambil menatap sembilan senjata suci yang dihadapkan padanya. “Baiklah Namchar, takdirmu kamu yang tentukan sendiri, tapi ingatlah untuk selalu untuk memuja Bapa kita, dewasa berarti mampu untuk mendekat kepada TUHAN PALOGGI” dengan lantang sambil mengusap kepala Namchar. “SAUDARA sedarahku semuanya, it’s time for us to bring more RED WINE for our PALOGGI, terima kasih atas kehadiran kalian semua , JAYA – JAYA DUNIA MILIK KITA !” – menutup pertemuan besar itu dengan lantang dan mengerikan, yang diharapkan dari seorang kepala Rajjaa .

            Setelah semua melangkah meninggalkan pertemuan suci itu, Namchar masih terdiam diatas sana dan merasa bahwa ini semua SALAH, “Kemana perginya ayah ibuku ? kenapa mereka tidak datang dihari besarku ini ? apakah aku membuat kesalahan kepada mereka ?” dengan merasa ada sesuatu yang salah, Namchar menutup langkah jauh dari pintu Aula suci itu dengan berlari menuju rumahnya, tidak tertahan - air matanya pun jatuh dan memilukan setiap pijakannya. Berlari mencoba berharap kedua manusia yang dicintainya baik baik saja . “ Bapak ! Mama !” dengan penuh keringat dan air mata Namchar menerjang pintu rumahnya yang keras itu . “Bapak ! Mama ! , kalian dimana ? Bapak ! Mama !!!” dengan kebingungan dan tidak tahu mengapa hatinya sangat gelisah seolah-olah bencana besar sedang terjadi dalam hidupnya . “Ma !! Pak !! kalian dimana  ?? jawablah, hari ini bukankah hari besarku ? Aku dewasa kan hari ini, aku tadi tidak memilih senjata suciku, kalian tidak ada jadi aku bingung aku harus memilih yang mana ... Tolong jawab Maa !! Pak !!” sambil berlari mengelingingi rumahnya yang besar itu sekaligus sepi ~ .

             Namchar berlari dengan langkah kaki yang diiringi tangisan pilu, mengkhawatirkan apa yang terjadi dengan orangtuanya, memutari rumahnya yang luar biasa besar, mencari secara detail dari lantai pertama hingga lantai ke – 14, saat sampai di lantai ke 15 dengan kelelahan dan mental yang hancur, namchar mencium sebuah bauh darah yang menyengat indera hidungnya, dia melihat ke bawah kakinya dan ada darah – darah merah yang mulai mengering namun terlihat segar. Darah itu mengarah ke sebuah ruangan yang gelap den terkunci dari dalam. “Papa !.. Papa didalam kah ? Papa kenapa ada banyak darah disini ? Mama kah yang didalam ? Mama apa sedang memasak daging segar mama ? Ma !! Jawab ma !! Papaa !! Papa dan Mama sedang apa didalam !! ? Apakahh kalian sedang menyiapkan makan malan untukku ? hhuuaaa !!” – dengan penuh harap dan tangisan pilu, Namchar tidak sanggup berdiri lagi dan mulai tertunduk didepan pintu yang tertutup rapat tersebut. Setelah menangis dengan pilu,terdengar sebuah suara yang berbisik pada Namchar “ Anakku, kami menyayangimu <3 agar="" alam="" apa="" atas="" bapak="" begitu="" benda="" berbicara="" berbisik="" berdiri="" berisi.="" berwujud="" dalam="" dan="" dengan="" dia="" dicintainya="" didepannya="" drraagggkk="" entah="" halus="" hancur="" hitam="" ia="" itu.="" itu="" juga="" kaki="" karena="" kedua="" kejinya="" kemana="" kencangnya="" kepada="" kuku="" lapuk="" mamanya="" mata="" melihat="" menangis="" mendengar="" mendobrak="" mengutuk="" meninggal="" menutup="" mulut="" mulutnya="" namchar="" nbsp="" orang="" pada="" pintu="" saat="" sadisnya.="" saja="" sangat="" sebuah="" sehingga="" sekencang="" seluruh="" semesta="" sempurna="" serta="" setelah="" setiap="" span="" suara="" sudah="" tajam="" tak="" tangan="" terbuka="" terburai="" terjadi="" terngangak="" tersebut="" tidak="" tuanya="" tubuhnya="" untung="" yang="">

“GHHHAAARAAAARRRAAHHHAAAAHHHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!.. BANGGSAAATTTTTTT !!! TERKUTUK !! TERKUUUTUUUKKK LAH SEMUANYAA !! “ 

dengan pilunya tangisan tersebut, merindinglah setiap yang mendengarnya, tangisan pilu yang menjadi awal mula sakit hati dan kekuatan penyelamat dunia, Namhcar Ruhctaf Von Onesus Irasatipsup Lex Anna .
---------------------------------------------------------------------------------------------------------

            Dua tahun semenjak kejadian berdarah yang mencabik – cabik hati seorang bocah penyelamat dunia, Namchar merubah namanya menjadi Cartaf, Santi Cartaf. Merubah namanya adalah keinginannya untuk melangkah melupakan masa lalunya. Namchar melangkah menuju dunia yang baru dengan jati dirinya yang baru. Semenjak kejadian dua tahun lalu dia berpindah tempat jauh dari tempat asalnya, melangkah dari negeri yang ada diseberang barat menuju sebuah kota sederhana di negara Timur memanfaatkan wewenangnya saat itu sebagai seorang bangsawaan. Kota Malang adalah tempat tujuannya, malang dalam bahasa Negara Indonesia adalah “sedih” dalam makna luas. Alasannya memilihi kota kecil ini sesuai dengan masa lalunya yang menyedihkan . Perpindahannya tentu tidak diketahui oleh para keluarganya di Kota suci ”Loggi” , karena jelas keluarganya akan menentang . Disini dia tinggal disebuah rumah susun yang sederhana namun membuat dia bahagia meski sesaat . Dalam perjalanannya dia menentukan takdirnya untuk mencari siapa pembunuh kedua orangtuanya yang sangat dicintainya itu. Takdir balas dendam yang dipilihnya mungkin akan membawanya pada sebuah kebenaran untuk menemukan arti dalam hidup ini.

            Tahun pertama sekolah menengah atasnya dimulai hari ini. “Belajar adalah sebuah proses dalam diri manusia untuk bisa memahami apa yang bisa kita lakukan,apa yang bisa kita lakukan demi mencapai tujuan kita sendiri dalam hidup ini. Jika pada hidup ini kita menyerah akan suatu hal maka mungkin kita tidak akan bisa mencari tahu yang bisa kita lakukan. Karena saat kita lahir kita tidak diberitahukan apapun. Itu sebabnya manusia harus belajar. Belajar memang sulit, tapi barang siapa tidak bisa mengalahkan mengalahkan penderitaan dalam belajar, maka bersiap – siaplah kita atas sakitnya ketidaktahuan. Nama saya Santi Cartaf, semoga kita semua di tahun ajaran baru ini bisa bersahabat dan menjadi berguna untuk bangsa dan Negara” – Cartaf menutup pidato penyambutan angkatan didik baru dengan tepuk tangan yang meriah . Cartaf diterima di SMA 70 sebagai pelajar dengan ranking penerimaan tertinggi. Setelah memberikan pidato yang berat itu dia meninggalkan mimbar dan kembali ke kursinya yang paling depan, sejajar dengan 10 peringkat tertinggi lainnya yang juga berjarak satu kursi saja dengan para Guru dan Tamu undangan sekolah itu. 
            Hari pertamanya di bangku SMA dimulai dengan pesta penyambutan anak didik baru. Cartaf hanya duduk di bangku taman sekolah itu dengan meminum kopi buatan kantin sekolahnya. Setiap ada yang menyapa dan ingin berkenalan dengannya dia menghindar sambil tersenyum dan hanya bersalaman. Di hari pertamanya dia langsung menjadi seorang laki – laki yang terkenal akan kejeniusannya dan pesona ketampanannya . Dia belum memiliki teman, karena dia satu – satunya orang dari SMP 1 yang memilih masuk ke SMA 70 yang ranking pendidikannya berada paling bawah . SMP 1 asalnya adalah SMP terbaik  di kota Malang, mereka yang berasal dari SMP 1 kebanyakan masuk kedalam deretan SMA 1 – 10, deretan SMA Elite dan favorite . Namun baginya tidak ada keistimewaan mengejar Elite atau Favorite karena dia mengetahui kebenaran  di balik semua itu. Itu lah yang di pikirkannya sambil duduk menyendiri di sebuah bangku taman dengan meminum kopi yang dibelinya dari Kantin. “Permisi, apakah saya boleh duduk disebelah anda kak ?” – tanya seorang gadis manis nan lugu yang juga ingin duduk disebelah Cartaf . “oh silahkan saja, sebelah saya kosong dari tadi” – jawab Cartaf sambil memandang ke arah gadis itu. “Maaf ya, bangku ini memiliki pemandangan terbaik untuk melihat keindahan taman di sekolah ini, hehe” – saut gadis itu sambil duduk dan membuka pembicaraan antara dua manusia yang ditakdirkan bertemu ini. “Yah kamu betul, bangku ini nyaman dengan anginnya yang sejuk” –  “Wahh kamu paham juga ya cara menikmati keseharian, hahaha” – “Tidak  juga hanya saja, saya tidak terlalu suka dengan keramaian” – “ahh, jadi kamu menghindari keramaian pesta penyambutan ini ya, padahal asik loh, kita bisa bertemu dan berkenalan dengan banyak teman baru” – “Iya juga sih, hanya saja hari ini meneguk kopi hangat sambil duduk disini sepertinya pilihan yang tidak buruk” – “Hahaha kau lucu juga, oh iya salam kenal, saya Cita Putri, Namamu siapa pria lucu” – “Salam kenal juga cita, aku Santi Cartaf” – “Santi Cartaf ? Santi sih saya udah pernah dengar, tapi Cartaf gak pernah dengar, apa itu nama pemberian orang tuamu ?” – “ohh iya... itu nama pemberian orang tuaku, apakah aneh cita ?” – “Hahaha maaf maaf, tidak aneh hanya saja di Malang sini aku baru pertama mendengar nama itu, kamu pasti dari keluarga bangsawan ya, namamu seperti nama – nama orang orang bangsawaan, hehe” – “hah ? tidak, tentu tidak, aku hanya seorang anak biasa dari keluarga biasa yang tinggal di rumah susun biasa , aku tidak tinggal di sebuah kastil besar , aku tidak memiliki kekuasaan, aku bukan orang seperti itu !!...” – Cartaf menjawab pertanyaan Cita dengan nada tinggi sambil terkejut.

             “ahh maaf, aku tidak bermaksud membuatmu marah, namamu bagus kok, aku panggil Cartaf deh hehehe” – sambil tersenyum cita memanggilnya dengan sapaan yang lembut . “ahh maafkan aku , aku tidak bermaksud marah hanya saja aku kaget tadi. Maaf ya Cita” – “Tidak perlu minta maaf, aku tidak marah aku malah semakin tertarik sama kamu, kamu orangnya lucu juga hahahaha” – kata kata cita membuat Cartaf tersenyum untuk pertama kalinya  sejak insiden berdarah di masa lalunya. “hahahaha kamu orangnya menarik juga ya, hahaha” – “berhasil, hahaha akhirnya kau tertawa juga, karena dari tadi sepertinya kau terlihat murung terus, baiklah sebagai hadiah senyummu itu aku akan memberi tahu makna dari namaku.” – “makna dari namamu ?” – Cartaf bertanya sambil kebingungan, karena dia tidak pernah tahu bahwa di dunia ini ternyata setiap nama memiliki arti dan doanya sendiri. “iya cartaf, setiap nama itu mengandung arti dan doanya sendiri, nama pemberian orang tua kita adalah doa bagi kita sendiri.” – “Benarkah ? aku... baru tau itu.. “ – Cartaf menoleh ke langit biru sambil bertanya – tanya apa makna dan doa dari nama pemberian kedua Almarhum orangtuanya tersebut. ”wah kamu sedikit aneh juga ternyata hahaha, Cita berasal dari kata cita – cita yang berarti impian, Putri berarti seorang Puteri yang memiliki harga diri dan kebijaksanaan tinggi, yang juga berarti inti dari makna dan doa dalam namaku adalah Cita – cita seorang Puteri yang bijaksana” – sambil tersenyum dan melihat kearah Namchar : ) . “ahh jadi begitu, nama kamu .. sungguh indah ..” – kata kata Cartaf membuat gadis tersebut mengagumi Cartaf . “hah ? hahahaha .. kamu , bisa saja hahaha ... yasudah Cartaf, sampai bertemu nanti, sepertinya pengumuman kelas telah dimulai dan teman – temanku sepertinya memanggilku, nanti temuilah aku lagi, aku kenalin dengan teman – temanku ” – Cita menutup percakapan itu sambil berdiri dan tersenyum kepada Cartaf, berlari menuju teman – temannya yang sedang memanggil dirinya. “ohh iya nanti semoga bertemu lagi Cita” – Cartaf terus memandangi cita dari belakang dan berharap bisa bertemu lagi.

            Sesaat setelah pembicaraan singkat itu selesai, Cartaf menghabiskan kopinya yang telah  dingin dan berjalan menuju papan pengumuman kelas tempat dia akan bertemu dengan teman – teman barunya yang pertama yang telah ditakdirkan untuknya. “jadi aku ada di kelas 10-A ya, terserah deh, lebih baik sekarang aku pulang saja, keramaian ini membuatku lelah” – sambil berjalan meninggalkan tempat pengumuman itu, Cartaf tiba – tiba teringat nama gadis yang membuatnya tersenyum untuk pertama kalinya, diapun berputar kembali dan berjalan menuju papan pengumuman tersebut “apa dia juga berada di kelas yang sama denganku ? kalau tidak salah namanya Cita Putri... “ – sambil mencari setiap nama yang ada pada daftar kelasnya, Cartaf ternyata berharap agar bisa satu kelas dengan gadis tersebut. “ternyata tidak ada, biarlah . sebaiknya aku pulang saja istirahat.” – setelah mencari namun tidak ada Cartaf sedikit kecewa dan berjalan pulang menuju tempat tinggalnya. Namhcar Ruhctaf yang telah mengganti namanya menjadi Santi Cartaf tumbuh menjadi seorang laki – laki yang cuek dan dingin akan setiap hal yang terjadi di sekitarnya, namun pertemuannya dengan seorang gadis di bangku taman membuatnya tersenyum pertama kalinya. Dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya menggunakan sepeda motor sederhananya, sebuah pusat perbelanjaan di kota Malang di bajak oleh kelompok teroris. Squad Anti-Terror TNI telah bersiap memasuki Malang City Shop, semua pengunjung yang berhasil lolos dari penyanderaan para teroris itu di amankan dan dirawat oleh tim medis yang berwenang. Namhcar yang sedang berada disitu menitipkan sepeda motornya di toko 24 jam, lalu bergegas menuju tempat terjadinya pembajakan oleh para teroris itu. “Apa ? berapa anak – anak SMA yang tertangkap oleh para teroris itu ?” – tanya seorang kapten tim Anti-Terror itu kepada pasukannya yang sedang berada didalam gedung itu. “4 orang berhasil kabur saat pengejaran didalam gedung pak, namun 1 orang siswi tertangkap oleh para teroris itu pak” – “Goblok ! apa saja yang kalian lakukan, segera gunakan formasi 10 – 10 dan segera selamatkan para sandera yang ada didalam sana “ – “ Siap Pak 86 !” – “Haahh, apa yang aku lakukan disini ? kenapa juga aku harus peduli dengan mereka , ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari para TNI itu. Sebaiknya aku pulang saja, ini melelahkan dan buat apa juga aku memarkir sepedaku jauh dari sini .. sepertinya hari ini hari sialku T_T” – Namchar alias cartaf setelah kaget dengan peristiwa yang terjadi pada saat itu telah menyesal karena peduli dengan apa yang terjadi, dia seperti kaget bahwa dirinya bertindak diluar akal sehatnya, Cartaf selama ini telah hidup dengan sendirian tanpa memperdulikan keadaan disekitarnya. Beberapa saat kemudian Cartaf memalingkan dirinya dari pusat perbelanjaan tersebut dan melangkah meninggalkan tempat itu. “BOOOMM !!” – serentak saja, ledakan besar terjadi dari atas gedung perbelanjaan tersebut, rupanya para teroris menghancurkan dinding lantai atas gedung tersebut dan mulai mengumumkan sesuatu. “Hahahahaha !! Suara yang merdu sekali, apa kalian semua dibawah sana mendengar lagu neraka tadi ? Hahaha.. HAI BANGSAT BANGSAT DIBAWAH SANA !! SEGERA SIAPKAN UANG LIMA RATUS MILIAR RUPIAH DAN HELIKOPTER 5 BUAH UNTUK KU DAN SAUDARA SAUDARA KU DISNI !!” – Para teroris biadap itu mengumumkan keinginan mereka kepada para pasukan Anti-Teror TNI yang mengawasi  mereka dari bawah di luar gedung tersebut. “Kurang ajar ! para teroris bajingan itu mempermainkan kita !! dasar pengangguran , mereka ingin mendapatkan sesuatu tanpa ingin berusaha !!.. Wakil Kapten Sinde ! segera laporkan kejadian ini kepada pusat sekarang !” – Kapten Yadi dengan marahnya memerintahkan kepada wakilnya Sinde untuk memberitahukan insiden tersebut kepada pusat. “86 pak !”.

            “JIKA TIDAK !! MAKA SETIAP 10 MENIT WAKTU YANG KALIAN AMBIL DARIKU AKAN KU TUKARKAN DENGAN SETIAP NYAWA YANG ADA DI TANGANKU INI!! HAHAHAHA !! Aku menyandera ratusan nyawa yang ada di gedung ini yang lupa kalian selamatkan .. kalian lihat ? bahkan kalian sepertinya tidak bisa bekerja dengan baik, KALIAN MENYEBUT DIRI KALIAN TENTARA DAN POLISI !! KALIAN ADALAH BABI BABI BERJALAN !!! HAHAHAHA !!, DIMULAI DENGAN GADIS INI, DIA AKAN KU LEMPARKAN DARI ATAS SINI!! .. Kalau beruntung, mungkin hanya kepalanya yang pecah. HAHAHA !!!” – Bos para teroris itu mencancam para pasukan TNI dan Polisi yang sedang berjaga jaga diluar gedung tersebut, dia sedang memegang salah satu sanderanya yang merupakan seorang gadis muda. “Baiklah wanita muda, siapa namamu ?” – “Tidak, kumohon pak lepaskan saya. Saya takut ketinggian.. hiks” – Gadis muda itu sedikit menangis dan memohon kepada para teroris itu agar di lepaskan. “Hahaha ! kalau gitu sebutkan namamu sekarang, maka kamu akan kulepaskan. Aku berjanji tenang saja hehe” – “Namaku Ci.. taa.. Cita.. Putri..” – “Hahaha. Cita Putri ya ? kamu masih muda tapi sayang aku orang yang selalu menepati janjiku, jadi sampai jumpa ~ “ – Bos teroris kejam itu melepaskan tangannya dari gadis muda itu yang bernama Cita Putri. Saat melangkah tiba tiba saja Cartaf berbalik menoleh saat mendengar bahwa gadis itu berkata Cita, itu mengingatkan Cartaf bahwa tadi disekolah dia bertemu gadis luar biasa yang mengajaknya berbicara, yang membuatnya juga ingat kalau gadis itu juga bernama Cita Putri. “Kaki – Tangan – Tubuhku dan semua pikiranku, aku seorang Bangsawan. Atas nama Bangsawanku, aku memerintahkan kalian perhiasan dewa PALOGGI , bersatulah dengan tubuhku, BERCAHAYALAH ! - ” – Dari kejauhan Cartaf untuk pertama kalinya menggunakan kekuatannya yang di peroleh dari tempat asalnya, kekuatan yang di peroleh tepat di hari dimana kebahagiaannya di ambil darinya. “LIONTIN PALOGGOS !!” – Liontin Paloggos bersatu dengan dirinya dan membuat Cartaf mengendalikan tubuhnya dengan sempurna. “TOLOOOONNNNNNGGGGGGGGGG!!!” – Cita Putri yang terjatuh dari gedung tinggi itu berteriak dengan kencang meminta tolong, namun siapa didunia ini yang bisa menolongnya ?

            “Haii.. Sudah aman ~ kamu bisa membuka mata kamu sekarang” – Ucap Cartaf setelah melompat kuat dan tinggi serta jauh dari tempatnya berada untuk menangkap tubuh Cita Putri yang terjatuh dari lantai atas Gedung tersebut. “Ba- Bagaimana bisa ? Kamu Cartaf kan ? Apa kamu yang sudah menyelamatkanku ?” – “Ah tidak, yang menyelamatkanmu adalah Tuhan, meskipun aku tidak tahu apakah Tuhan itu ada, baiklah tolong jaga baju dan celanaku ini ya” – Cartaf membuka baju dan celananya untuk menutupi jejak dirinya, dia tidak ingin para TNI serta Polisi mengetahui siapa dirinya, dan tidak pula ingin jadi incaran para Teroris itu jika ini semua selesai. “hahh !! apa yang kamu lakukan” – Teriak Cita sambil menutup matanya. “Aku pinjam Syal hitam mu ini ya Cita” “Ahh baiklah, fiuh bilang dong kalau kamu sudah pakai baju didalam seragam sekolahmu -,  -“ – “Yasudah, segera pulang kerumah dan tidak perlu berurusan dengan para TNI atau Polisi, cepat pulang disini berbahaya” – “Tapi kamu bagaimana?” – “Tidak perlu memperdulikanku, cepat nanti bakalan ada bomb disini” – “Hahh ! tidak... baiklah, sampai jumpa Cartaf dan hati hati ya !” – Cita meninggalkan Cartaf karena kaget dan takut , dia berlari menuju arah rumahnya sekuatnya sambil tersenyum pada Cartaf seperti telah selesai pertemuan kencan mereka yang sebentar itu. “Hoaaahh, hari ini sepertinya akan melelahkan” – “Apa itu tadi ? bayangan cepat apa tadi yang menabrak sandera yang dilemparkan dari atas sana !!” – tanya Kapten Yadi kepada dirinya sendiri dan para pasukannya, namun tidak ada yang tahu apa yang terjadi bahkan dirinya sendiri. “Kurang ajar ! siapa yang berani mengganggu rencanaku ini !! Kalian semua ! Kembali kebawah dan amankan semua sandera, segera bentuk barisan mode tempur !” – Bos teroris itu memerintahkan kepada para saudaranya untuk kembali dan menjaga para sanderanya. Mereka bergegas kembali . 

             “BERCAHAYALAH !! Cincin PALOGGOS !!.. DDOOOAAM !! “ – Cartaf mengaktifkan kekuatan dari cincin nya dan menghancurkan tembok sisi kanan Gedung tersebut yang mengarah langsung kepada tempat para sandera itu berada. “Kalian semua, cepat pergi dari sini, sebelum para orang bodoh itu kembali lagi” – Cartaf berbicara kepada para sandera itu “BANGSAT ! siapa kamu ? semuanya ! tembak dia !” – Cartaf tidak menyadari bahwa ada beberapa teroris yang berjaga disana meskipun kebanyakan dari mereka masih berada diatas bersama bosnya. “BERCAHAYALAH !! Gelang PALOGGOS – TING TING TING TRING TRING TING TRING CRINGG” – Cartaf mengaktifkan gelang miliknya yang memiliki kekuatan pertahanan luar biasa, gelang itu menghalau setiap tembakan dari AK-47 milik para teroris tersebut. Seperti menghalau debu yang jatuh kedalam air, perisai hitam itu sama sekali tidak tertembus. “Dasar orang – orang pengangguran ! bikin capek saja. Haahh “ – Cartaf setelah menghalau serangan dari para teroris itu langsung berlari dengan kecepatan suara menghampiri wajah para teroris itu. Para teroris itu di hantam di bagian wajah dengan Cartaf menggunakan kekuatan cincin penghancurnya, kepala para teroris itu hancur dan tubuh mereka terlempar menghancurkan dinding – dinding, ada yang terlempar ke langit dan mengagetkan pasukan teroris utama yang masih berlari dari atas ke bawah, beberapa terlempar ke luar ke arah pasukan TNI dan Polisi yang di luar dan beberapa juga terlempar ke arah pasukan Anti-Teror yang sedang berada di dalam gedung hendak meringkus para teroris itu. “Kyaahh !! ada tubuh tanpa kepala keluar dari dalam gedung !! Ini pasti sandera yang dibunuh para bajingan itu .. Kyaahh!!” – Suara panik dan kaget serta takut dari para orang yang ada di luar sana. “Ini adalah para teroris, tapi siapa ? siapa yang menghabisi para teroris ini dengan kejam dan luar biasa ? apakah pasukanku ?” – Berbicara didalam hati, Kapten Yadi mencoba mencari tahu apa dan bagaimana serta siapa dalang dari kekuatan mengerikan itu. “Tim Naga ! Tim Singa ! Tim Hutan ! Apa yang sedang terjadi dialam sana ?” – Tanya kapten Yadi kepada Ketua Tim masing – masing pleton yang ada didalam gedung. “Disini Tim Naga dan Tim Singa, sepertinya sedang ada perkelahian antara Teroris dengan seseorang berbaju hitam di Aula Gedung pak .” – “Cih ! segera ringkus mereka semua !” – “86 pak !” – “Kurang ajar, sebenarnya apa yang sedang terjadi didalam sana ?“ – Dengan wajah kebingungan dan nada yang bergetar, Kapten Yadi menghentikan percakapan dan memerintahkan pasukan penjagaan segera menjaga tempat itu, semua kamera di matikan dan warga yang ada disekitar situ di suruh mundur.

           “Kurang ajar!! Siapa yang berani – beraninya membunuh saudaraku dengan mengerikan begini... Huaa !! Saudara – saudaraku segera maju dan hancurkan bocah tengik dibawah itu” – Bos para teroris itu marah dan memerintahkan pasukannya lompat dari atas ke bawah , jarak mereka sudah dekat dan mereka melompat dan segera menembaki Cartaf yang juga mengincar para sandera akhirnya. Cartaf memerintahkan para sandera lari dan akhirnya Cartaf mengakhiri mereka semua para teroris itu dengan satu pukulan di masing masing wajah mereka. Mayat – Mayat tampa kepala bergeletakan hanya dalam waktu 1 menit, Kecepatan dan kekuatan yang luar biasa, seperti kekuatan Tuhan sedang bersemayam di tubuh Cartaf. “Kamu masih ingin hidup babi ? bertaubatlah dan pulang saja ke rumahmu” – Cartaf berbicara dengan bos para teroris dan menyeretnya serta melemparnya ke luar, dan serentak para TNI dan Polisi segera meringkus bos teroris tersebut. “Sebaiknya aku segera pulang, tubuh ini bau darah huekk !” – Cartaf bersegera meninggalkan gedung itu dan berlari secepat kecepatan suara menuju rumahnya dan bersegera mandi . Sementara itu di tempat kejadian “BANGSAT !! JAWAB PERTANYAANKU !! Siapa kamu dan apa yang telah terjadi dialam sana  !!” – Tanya Kapten Yadi kepada Bos teroris itu , namun orang itu tidak bisa berkata apa – apa, yang bisa dia katakan hanya “Maafkan aku, ampuni aku, aku tidak ingin mati, tolong jangan hancurkan kepalaku, maafkan aku Tuhan !”, orang itu menderita trauman berat yang membuatnya  terus berkata seperti itu dan membuat Kapten Yadi marah serta bingung akan apa yang sebenarnya telah terjadi. Para sandera semua berhasil diselamatkan dan tidak ada satupun yang terlukan.

             Sementara itu di rumah Kontrakan Cartaf. “Huaaa !! aku melupakan sepeda motorku disana, hhuaaa melelahkan harus mengambilnya kembali T,T” – Cartaf melupakan sepeda motornya didaerah dekat dengan Gedung yang menjadi insiden teroris tersebut. Kekuatan yang luar biasa terpendam di setiap mustika yang dimiliki oleh Cartaf, mustika – mustika yang didapatkan dia dari masa kecilnya yang kelam, mustika yang diterima dari keluarga Bangsawannya.
Hmmm, besok aku harus berterima kasih kepada Cartaf, dia telah menolongku hari ini, kalau tadi dia tidak menolongku sudah jelas aku akan mati, tapi sebenarnya siapa dia ya, bagaimana dia bisa memiliki kekuatan hebat seperti itu, apa dia seorang Pesilat ? Hahaha sudahlah yang penting besok aku harus menemuinya berterimakasih” . Hari itu ditutup dengan senyuman dari wajah Cita Putri, hari itu juga ditutup dengan wajah yang kesal dari Cartaf sambil berjalan kaki mengambil sepeda motornya yang jauh dari Kontrakannya yang ditinggal sore tadi. – Eps 1 “Black World Order”


Dukung Terus ! greatstoria.blogspot.com untuk lanjutan ceritanya. *smile

2 comments:

Unknown said...

Lanjutkan ! Ditunggu episode berikutnya~🏁

Unknown said...

Lanjutkan ! Ditunggu episode berikutnya~🏁