Black World Orders!
Story By : Fatchur Rachman
.-----,-------,------,-------.
Ini adalah sebuah kisah pertempuran besar, pertempuran yang penuh dengan pengorbanan darah,tulang,daging,hati dan air mata . Pertempuran yang gagah berani namun penuh dengan kepedihan, kisah yang menceritakan kehidupan mengerikan dunia ini yang dikuasai oleh mereka yang memusuhi Tuhan, yang merasa me-Raja-i, yang tidak ingin mati, yang ingin abadi, yang ingin menjadi raja, yang ingin menguasai, yang tidak ingin di hukum, yang penuh nafsu, yang tidak peduli kepada apapun, maupun siapapun, yang menyangkal bahwa dia manusia dan meyakini dia Tuhan itu sendiri atas kehidupannya. Sekte ini meyakini bahwa jika mereka mau seperti yang mereka harapkan, maka mereka harus meminta kepada Tuhan yang lain, Tuhan yang lebih memahami keinginan mereka, Tuhan yang lebih mendengarkan mereka, Tuhan yang lebih tinggi dari yang memberikan mereka hidup, dan mereka meyakini bahwa dia ada, keangkuhan yang membuat mereka mengkhianati pencipta mereka sendiri, dan mereka meyakini Tuhan mereka adalah sang “UTAS” , Tuhan dengan hanya memiliki satu mata atau juga dikenal “PALOGGI” .
Konon para pendosa ini
berakar dari satu tetua mereka yang bernama “Qobbil”, manusia pertama di alam ini yang mengawali Dosa. Terlahirlah Pannittia yang memulai
pergerakannya untuk mewujudkan cita-cita mereka yang diinginkan, dengan
mengerikan mereka memberi banyak persembahan kepada Tuhan mereka dengan apapun.
Dan entah bagaimana dan mengapa, Tuhan sesungguhnya memberikan dan mengabulkan
doa doa mereka . Entah karena tidak ingin menerima mereka disurga atau entah
karena ingin membuat mereka percaya bahwa ada tuhan lain, atau entah karena
sayang kepada mereka atau entah karena untuk menguji manusia yang masih percaya
bahwa tiada Tuhan selain DIA. Pannittia akhirnya memegang kendali dunia sejak
dulu hingga sekarang dan setiap detiknya merusak seluruh kehidupan dunia demi
keuntungan mereka.
Hingga akhirnya disuatu
negara barat di dunia ini, seorang hamba Tuhan yang luar biasa imannya, berdoa
sambil menangis darah dengan menggendong mayat – mayat keluarganya karena
kekejaman World Order “Ya Tuhanku.... ..., yang memiliki 99 Nama yang Maha Agung,
tiada sekutu yang mampu melawanMu, Yang menguasai Siang dan Malam, yang
menguasai Alam Semesta, yang Maha menciptakan lagi Menghancurkan, yang Maha
menghidupkan lagi Mematikan, Yang Maha Raja di atas segala Raja, Yang Maha Awal
dari segala Permulaan, Yang Maha Melihat lagi Menyayangi, Yang Menguasai Segala
sesuatu, Raja dari segala Manusia, Cahaya bagi seluruh kegelapan.... Aku adalah
hambaMu yang hina, hambaMu yang penuh dosa, hambaMu yang tiada sanggup
menatapMu, hambaMu yang sering melupakanMu, hambaMu yang tiada mampu berbuat
apapun kecuali atas KehendakMu Tuhan .. Kini hamba telah kehilangan yang hamba
cintai, keluarga hamba, karena kekejaman musuh musuhmu Tuhan, kekejaman mereka
yang mendustakanMu, kekejaman mereka yang semena-mena terhadap hamba-hambaMu
Tuhan !.... , Mereka yang gemar menyiramkan darah hamba-hambaMu diatas tanah
bumiMu Tuhan !!!.... , Hamba mohon Tuhan, hancurkan mereka dengan kekuasaan 99
NamaMu, Kirimkanlah kami bantuanMu, Kirimkanlah kami pertolonganmu wahai Yang
Maha Menolong, kirimkanlah kami kekuatanMu wahai Yang Maha Perkasa Lagi Maha Tinggi,
kirimkanlah kami CahayaMu , Kirimkanlah lagi kami Pembimbing, bimbing kami
kepada jalan menuju SurgaMu Tuhan ...” – Setelah berdoa dengan khusuk sambil
bercampur aduk perasaan seorang hamba Itu, tiba tiba langit terbuka dan dari
langit itu tertiup angin yang kencang dengan aroma yang wangi seperti
mengatakan bahwa masih ada harapan .
Pada tahun 2100, tahun
dimana kekejaman World Order semakin menjadi – jadi, lahirlah seorang anak dari
keluarga “Rajja” yang merukapan salah
satu dari 9 elit bangsawan di kalangan Pannittia yang menguasai World Order .
Anak ini lahir dari pasangan suami istri yang baik dan taat serta diam – diam
lebih memilih dan mempercayai Tuhan yang sejati yang memiliki 99 Nama yang Maha
Agung , Raja para Manusia dan pencipta segala sesuatu, yang tidak lain
merupakan musuh para keluarganya . Namun keyakinan mereka kuat dan tidak pernah
terbongkar . Anak dari kedua manusia hebat ini bernama “Namhcar Ruhctaf Von Onesus Irasatipsup Lex Anna” yang artinya “Kasih dari yang Maha Tinggi yang mempunyai
jiwa Gagah Berani” .
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
2113, menjadi awal dari semua kepedihan Namchar
sebagai lompatan pendewasaannya, karena dunia sudah cukup lama menanti. Tuhan
telah mentakdirkan dia MELEDAK. Kota Malang, di kawasan Rajjaa tepatnya di
Gedung pertemuan besar seluruh keluarga Rajjaa, seorang turunan suci elit
Bangsawan Pannittia di arahkan menuju hidup dewasanya. Dalam kepercayaan
mereka, para anak – anak PALOGGI menjadi dewasa pada saat mereka hidup hingga
13 tahun. Pada saat acara itu berbagai macam persembahan diberikan kepada
Namchar dan tentu saja pada saat itu juga ia diberikan kunci untuk menguasai
Dunia, yaitu Kunci PALOGGOS yang berwujud kartu, dan atribut suci lainnya
berwujud Cincin PALOGGOS, Gelang PALOGGOS , Liontin PALOGGOS serta Namchar
berhak memilih satu senjata suci untuk nyawanya dan ia Memilih “Tidak, maafkan
saya tapi sepertinya belum ada satupun senjata yang memanggil namaku bapa
volvalla.” Sambil menatap sembilan senjata suci yang dihadapkan padanya.
“Baiklah Namchar, takdirmu kamu yang tentukan sendiri, tapi ingatlah untuk
selalu untuk memuja Bapa kita, dewasa berarti mampu untuk mendekat kepada TUHAN
PALOGGI” dengan lantang sambil mengusap kepala Namchar. “SAUDARA sedarahku
semuanya, it’s time for us to bring more RED WINE for our PALOGGI, terima kasih
atas kehadiran kalian semua , JAYA – JAYA DUNIA MILIK KITA !” – menutup
pertemuan besar itu dengan lantang dan mengerikan, yang diharapkan dari seorang
kepala Rajjaa .
Setelah semua melangkah meninggalkan pertemuan suci
itu, Namchar masih terdiam diatas sana dan merasa bahwa ini semua SALAH, “Kemana
perginya ayah ibuku ? kenapa mereka tidak datang dihari besarku ini ? apakah
aku membuat kesalahan kepada mereka ?” dengan merasa ada sesuatu yang salah,
Namchar menutup langkah jauh dari pintu Aula suci itu dengan berlari menuju
rumahnya, tidak tertahan - air matanya pun jatuh dan memilukan setiap
pijakannya. Berlari mencoba berharap kedua manusia yang dicintainya baik baik
saja . “ Bapak ! Mama !” dengan penuh keringat dan air mata Namchar menerjang
pintu rumahnya yang keras itu . “Bapak ! Mama ! , kalian dimana ? Bapak ! Mama
!!!” dengan kebingungan dan tidak tahu mengapa hatinya sangat gelisah
seolah-olah bencana besar sedang terjadi dalam hidupnya . “Ma !! Pak !! kalian
dimana ?? jawablah, hari ini bukankah
hari besarku ? Aku dewasa kan hari ini, aku tadi tidak memilih senjata suciku,
kalian tidak ada jadi aku bingung aku harus memilih yang mana ... Tolong jawab
Maa !! Pak !!” sambil berlari mengelingingi rumahnya yang besar itu sekaligus
sepi ~ .
Namchar berlari dengan langkah kaki yang diiringi
tangisan pilu, mengkhawatirkan apa yang terjadi dengan orangtuanya, memutari
rumahnya yang luar biasa besar, mencari secara detail dari lantai pertama
hingga lantai ke – 14, saat sampai di lantai ke 15 dengan kelelahan dan mental
yang hancur, namchar mencium sebuah bauh darah yang menyengat indera hidungnya,
dia melihat ke bawah kakinya dan ada darah – darah merah yang mulai mengering
namun terlihat segar. Darah itu mengarah ke sebuah ruangan yang gelap den
terkunci dari dalam. “Papa !.. Papa didalam kah ? Papa kenapa ada banyak darah
disini ? Mama kah yang didalam ? Mama apa sedang memasak daging segar mama ? Ma
!! Jawab ma !! Papaa !! Papa dan Mama sedang apa didalam !! ? Apakahh kalian
sedang menyiapkan makan malan untukku ? hhuuaaa !!” – dengan penuh harap dan
tangisan pilu, Namchar tidak sanggup berdiri lagi dan mulai tertunduk didepan
pintu yang tertutup rapat tersebut. Setelah menangis dengan pilu,terdengar
sebuah suara yang berbisik pada Namchar “ Anakku, kami menyayangimu <3 agar="" alam="" apa="" atas="" bapak="" begitu="" benda="" berbicara="" berbisik="" berdiri="" berisi.="" berwujud="" dalam="" dan="" dengan="" dia="" dicintainya="" didepannya="" drraagggkk="" entah="" halus="" hancur="" hitam="" ia="" itu.="" itu="" juga="" kaki="" karena="" kedua="" kejinya="" kemana="" kencangnya="" kepada="" kuku="" lapuk="" mamanya="" mata="" melihat="" menangis="" mendengar="" mendobrak="" mengutuk="" meninggal="" menutup="" mulut="" mulutnya="" namchar="" nbsp="" orang="" pada="" pintu="" saat="" sadisnya.="" saja="" sangat="" sebuah="" sehingga="" sekencang="" seluruh="" semesta="" sempurna="" serta="" setelah="" setiap="" span="" suara="" sudah="" tajam="" tak="" tangan="" terbuka="" terburai="" terjadi="" terngangak="" tersebut="" tidak="" tuanya="" tubuhnya="" untung="" yang="">3>
“GHHHAAARAAAARRRAAHHHAAAAHHHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!.. BANGGSAAATTTTTTT !!!
TERKUTUK !! TERKUUUTUUUKKK LAH SEMUANYAA !! “
dengan pilunya tangisan tersebut,
merindinglah setiap yang mendengarnya, tangisan pilu yang menjadi awal mula
sakit hati dan kekuatan penyelamat dunia, Namhcar
Ruhctaf Von Onesus Irasatipsup Lex Anna .
---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dua
tahun semenjak kejadian berdarah yang mencabik – cabik hati seorang bocah
penyelamat dunia, Namchar merubah namanya menjadi Cartaf, Santi Cartaf. Merubah
namanya adalah keinginannya untuk melangkah melupakan masa lalunya. Namchar melangkah
menuju dunia yang baru dengan jati dirinya yang baru. Semenjak kejadian dua
tahun lalu dia berpindah tempat jauh dari tempat asalnya, melangkah dari negeri
yang ada diseberang barat menuju sebuah kota sederhana di negara Timur
memanfaatkan wewenangnya saat itu sebagai seorang bangsawaan. Kota Malang
adalah tempat tujuannya, malang dalam bahasa Negara Indonesia adalah “sedih” dalam makna luas. Alasannya
memilihi kota kecil ini sesuai dengan masa lalunya yang menyedihkan .
Perpindahannya tentu tidak diketahui oleh para keluarganya di Kota suci ”Loggi” , karena jelas keluarganya akan
menentang . Disini dia tinggal disebuah rumah susun yang sederhana namun
membuat dia bahagia meski sesaat . Dalam perjalanannya dia menentukan takdirnya
untuk mencari siapa pembunuh kedua orangtuanya yang sangat dicintainya itu.
Takdir balas dendam yang dipilihnya mungkin akan membawanya pada sebuah
kebenaran untuk menemukan arti dalam hidup ini.
Tahun pertama sekolah menengah atasnya dimulai hari
ini. “Belajar adalah sebuah proses dalam
diri manusia untuk bisa memahami apa yang bisa kita lakukan,apa yang bisa kita
lakukan demi mencapai tujuan kita sendiri dalam hidup ini. Jika pada hidup ini
kita menyerah akan suatu hal maka mungkin kita tidak akan bisa mencari tahu
yang bisa kita lakukan. Karena saat kita lahir kita tidak diberitahukan apapun.
Itu sebabnya manusia harus belajar. Belajar memang sulit, tapi barang siapa
tidak bisa mengalahkan mengalahkan penderitaan dalam belajar, maka bersiap –
siaplah kita atas sakitnya ketidaktahuan. Nama saya Santi Cartaf, semoga kita
semua di tahun ajaran baru ini bisa bersahabat dan menjadi berguna untuk bangsa
dan Negara” – Cartaf menutup pidato penyambutan angkatan didik baru dengan
tepuk tangan yang meriah . Cartaf diterima di SMA 70 sebagai pelajar dengan
ranking penerimaan tertinggi. Setelah memberikan pidato yang berat itu dia
meninggalkan mimbar dan kembali ke kursinya yang paling depan, sejajar dengan
10 peringkat tertinggi lainnya yang juga berjarak satu kursi saja dengan para
Guru dan Tamu undangan sekolah itu.
Hari pertamanya di bangku SMA dimulai
dengan pesta penyambutan anak didik baru. Cartaf hanya duduk di bangku taman
sekolah itu dengan meminum kopi buatan kantin sekolahnya. Setiap ada yang
menyapa dan ingin berkenalan dengannya dia menghindar sambil tersenyum dan
hanya bersalaman. Di hari pertamanya dia langsung menjadi seorang laki – laki
yang terkenal akan kejeniusannya dan pesona ketampanannya . Dia belum memiliki
teman, karena dia satu – satunya orang dari SMP 1 yang memilih masuk ke SMA 70
yang ranking pendidikannya berada paling bawah . SMP 1 asalnya adalah SMP
terbaik di kota Malang, mereka yang
berasal dari SMP 1 kebanyakan masuk kedalam deretan SMA 1 – 10, deretan SMA
Elite dan favorite . Namun baginya tidak ada keistimewaan mengejar Elite atau
Favorite karena dia mengetahui kebenaran
di balik semua itu. Itu lah yang di pikirkannya sambil duduk menyendiri
di sebuah bangku taman dengan meminum kopi yang dibelinya dari Kantin. “Permisi, apakah saya boleh duduk disebelah
anda kak ?” – tanya seorang gadis manis nan lugu yang juga ingin duduk
disebelah Cartaf . “oh silahkan saja,
sebelah saya kosong dari tadi” – jawab Cartaf sambil memandang ke arah
gadis itu. “Maaf ya, bangku ini memiliki
pemandangan terbaik untuk melihat keindahan taman di sekolah ini, hehe” –
saut gadis itu sambil duduk dan membuka pembicaraan antara dua manusia yang
ditakdirkan bertemu ini. “Yah kamu betul,
bangku ini nyaman dengan anginnya yang sejuk” – “Wahh
kamu paham juga ya cara menikmati keseharian, hahaha” – “Tidak
juga hanya saja, saya tidak terlalu suka dengan keramaian” – “ahh, jadi kamu menghindari keramaian pesta
penyambutan ini ya, padahal asik loh, kita bisa bertemu dan berkenalan dengan
banyak teman baru” – “Iya juga sih,
hanya saja hari ini meneguk kopi hangat sambil duduk disini sepertinya pilihan
yang tidak buruk” – “Hahaha kau lucu
juga, oh iya salam kenal, saya Cita Putri, Namamu siapa pria lucu” – “Salam kenal juga cita, aku Santi Cartaf”
– “Santi Cartaf ? Santi sih saya udah
pernah dengar, tapi Cartaf gak pernah dengar, apa itu nama pemberian orang
tuamu ?” – “ohh iya... itu nama
pemberian orang tuaku, apakah aneh cita ?” – “Hahaha maaf maaf, tidak aneh hanya saja di Malang sini aku baru pertama
mendengar nama itu, kamu pasti dari keluarga bangsawan ya, namamu seperti nama
– nama orang orang bangsawaan, hehe” – “hah
? tidak, tentu tidak, aku hanya seorang anak biasa dari keluarga biasa yang
tinggal di rumah susun biasa , aku tidak tinggal di sebuah kastil besar , aku
tidak memiliki kekuasaan, aku bukan orang seperti itu !!...” – Cartaf
menjawab pertanyaan Cita dengan nada tinggi sambil terkejut.
“ahh maaf, aku tidak bermaksud membuatmu
marah, namamu bagus kok, aku panggil Cartaf deh hehehe” – sambil tersenyum
cita memanggilnya dengan sapaan yang lembut . “ahh maafkan aku , aku tidak bermaksud marah hanya saja aku kaget tadi.
Maaf ya Cita” – “Tidak perlu minta
maaf, aku tidak marah aku malah semakin tertarik sama kamu, kamu orangnya lucu
juga hahahaha” – kata kata cita membuat Cartaf tersenyum untuk pertama
kalinya sejak insiden berdarah di masa
lalunya. “hahahaha kamu orangnya menarik
juga ya, hahaha” – “berhasil, hahaha
akhirnya kau tertawa juga, karena dari tadi sepertinya kau terlihat murung
terus, baiklah sebagai hadiah senyummu itu aku akan memberi tahu makna dari
namaku.” – “makna dari namamu ?”
– Cartaf bertanya sambil kebingungan, karena dia tidak pernah tahu bahwa di
dunia ini ternyata setiap nama memiliki arti dan doanya sendiri. “iya cartaf, setiap nama itu mengandung arti dan
doanya sendiri, nama pemberian orang tua kita adalah doa bagi kita sendiri.”
– “Benarkah ? aku... baru tau itu.. “
– Cartaf menoleh ke langit biru sambil bertanya – tanya apa makna dan doa dari
nama pemberian kedua Almarhum orangtuanya tersebut. ”wah kamu sedikit aneh juga ternyata hahaha, Cita berasal dari kata cita
– cita yang berarti impian, Putri berarti seorang Puteri yang memiliki harga
diri dan kebijaksanaan tinggi, yang juga berarti inti dari makna dan doa dalam
namaku adalah Cita – cita seorang Puteri yang bijaksana” – sambil tersenyum
dan melihat kearah Namchar : ) . “ahh
jadi begitu, nama kamu .. sungguh indah ..” – kata kata Cartaf membuat
gadis tersebut mengagumi Cartaf . “hah ?
hahahaha .. kamu , bisa saja hahaha ... yasudah Cartaf, sampai bertemu nanti,
sepertinya pengumuman kelas telah dimulai dan teman – temanku sepertinya
memanggilku, nanti temuilah aku lagi, aku kenalin dengan teman – temanku ” –
Cita menutup percakapan itu sambil berdiri dan tersenyum kepada Cartaf, berlari
menuju teman – temannya yang sedang memanggil dirinya. “ohh iya nanti semoga bertemu lagi Cita” – Cartaf terus memandangi
cita dari belakang dan berharap bisa bertemu lagi.
Sesaat setelah pembicaraan singkat itu selesai,
Cartaf menghabiskan kopinya yang telah dingin
dan berjalan menuju papan pengumuman kelas tempat dia akan bertemu dengan teman
– teman barunya yang pertama yang telah ditakdirkan untuknya. “jadi aku ada di kelas 10-A ya, terserah deh,
lebih baik sekarang aku pulang saja, keramaian ini membuatku lelah” –
sambil berjalan meninggalkan tempat pengumuman itu, Cartaf tiba – tiba teringat
nama gadis yang membuatnya tersenyum untuk pertama kalinya, diapun berputar
kembali dan berjalan menuju papan pengumuman tersebut “apa dia juga berada di kelas yang sama denganku ? kalau tidak salah
namanya Cita Putri... “ – sambil mencari setiap nama yang ada pada daftar
kelasnya, Cartaf ternyata berharap agar bisa satu kelas dengan gadis tersebut.
“ternyata tidak ada, biarlah . sebaiknya
aku pulang saja istirahat.” – setelah mencari namun tidak ada Cartaf
sedikit kecewa dan berjalan pulang menuju tempat tinggalnya. Namhcar Ruhctaf
yang telah mengganti namanya menjadi Santi Cartaf tumbuh menjadi seorang laki –
laki yang cuek dan dingin akan setiap hal yang terjadi di sekitarnya, namun
pertemuannya dengan seorang gadis di bangku taman membuatnya tersenyum pertama
kalinya. Dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya menggunakan sepeda motor
sederhananya, sebuah pusat perbelanjaan di kota Malang di bajak oleh kelompok teroris.
Squad Anti-Terror TNI telah bersiap memasuki Malang City Shop, semua pengunjung
yang berhasil lolos dari penyanderaan para teroris itu di amankan dan dirawat
oleh tim medis yang berwenang. Namhcar yang sedang berada disitu menitipkan
sepeda motornya di toko 24 jam, lalu bergegas menuju tempat terjadinya
pembajakan oleh para teroris itu. “Apa ?
berapa anak – anak SMA yang tertangkap oleh para teroris itu ?” – tanya
seorang kapten tim Anti-Terror itu kepada pasukannya yang sedang berada didalam
gedung itu. “4 orang berhasil kabur saat
pengejaran didalam gedung pak, namun 1 orang siswi tertangkap oleh para teroris
itu pak” – “Goblok ! apa saja yang
kalian lakukan, segera gunakan formasi 10 – 10 dan segera selamatkan para
sandera yang ada didalam sana “ – “ Siap
Pak 86 !” – “Haahh, apa yang aku
lakukan disini ? kenapa juga aku harus peduli dengan mereka , ini sudah menjadi
tugas dan tanggung jawab dari para TNI itu. Sebaiknya aku pulang saja, ini
melelahkan dan buat apa juga aku memarkir sepedaku jauh dari sini .. sepertinya
hari ini hari sialku T_T” – Namchar alias cartaf setelah kaget dengan
peristiwa yang terjadi pada saat itu telah menyesal karena peduli dengan apa
yang terjadi, dia seperti kaget bahwa dirinya bertindak diluar akal sehatnya,
Cartaf selama ini telah hidup dengan sendirian tanpa memperdulikan keadaan
disekitarnya. Beberapa saat kemudian Cartaf memalingkan dirinya dari pusat
perbelanjaan tersebut dan melangkah meninggalkan tempat itu. “BOOOMM !!” –
serentak saja, ledakan besar terjadi dari atas gedung perbelanjaan tersebut,
rupanya para teroris menghancurkan dinding lantai atas gedung tersebut dan
mulai mengumumkan sesuatu. “Hahahahaha !!
Suara yang merdu sekali, apa kalian semua dibawah sana mendengar lagu neraka
tadi ? Hahaha.. HAI BANGSAT BANGSAT DIBAWAH SANA !! SEGERA SIAPKAN UANG
LIMA RATUS MILIAR RUPIAH DAN HELIKOPTER 5 BUAH UNTUK KU DAN SAUDARA SAUDARA KU
DISNI !!” – Para teroris biadap itu mengumumkan keinginan mereka kepada para
pasukan Anti-Teror TNI yang mengawasi
mereka dari bawah di luar gedung tersebut. “Kurang ajar ! para teroris bajingan itu mempermainkan kita !! dasar
pengangguran , mereka ingin mendapatkan sesuatu tanpa ingin berusaha !!.. Wakil
Kapten Sinde ! segera laporkan kejadian ini kepada pusat sekarang !” –
Kapten Yadi dengan marahnya memerintahkan kepada wakilnya Sinde untuk
memberitahukan insiden tersebut kepada pusat. “86 pak !”.
“JIKA TIDAK !! MAKA SETIAP 10 MENIT WAKTU YANG
KALIAN AMBIL DARIKU AKAN KU TUKARKAN DENGAN SETIAP NYAWA YANG ADA DI TANGANKU
INI!! HAHAHAHA !! Aku menyandera ratusan
nyawa yang ada di gedung ini yang lupa kalian selamatkan .. kalian lihat ?
bahkan kalian sepertinya tidak bisa bekerja dengan baik, KALIAN MENYEBUT
DIRI KALIAN TENTARA DAN POLISI !! KALIAN ADALAH BABI BABI BERJALAN !!! HAHAHAHA
!!, DIMULAI DENGAN GADIS INI, DIA AKAN KU LEMPARKAN DARI ATAS SINI!! .. Kalau beruntung, mungkin hanya kepalanya
yang pecah. HAHAHA !!!” – Bos para teroris itu mencancam para pasukan TNI
dan Polisi yang sedang berjaga jaga diluar gedung tersebut, dia sedang memegang
salah satu sanderanya yang merupakan seorang gadis muda. “Baiklah wanita muda, siapa namamu ?” – “Tidak, kumohon pak lepaskan saya. Saya takut ketinggian.. hiks” –
Gadis muda itu sedikit menangis dan memohon kepada para teroris itu agar di lepaskan.
“Hahaha ! kalau gitu sebutkan namamu
sekarang, maka kamu akan kulepaskan. Aku berjanji tenang saja hehe” – “Namaku Ci.. taa.. Cita.. Putri..” – “Hahaha. Cita Putri ya ? kamu masih muda tapi
sayang aku orang yang selalu menepati janjiku, jadi sampai jumpa ~ “ – Bos
teroris kejam itu melepaskan tangannya dari gadis muda itu yang bernama Cita
Putri. Saat melangkah tiba tiba saja Cartaf berbalik menoleh saat mendengar
bahwa gadis itu berkata Cita, itu mengingatkan Cartaf bahwa tadi disekolah dia
bertemu gadis luar biasa yang mengajaknya berbicara, yang membuatnya juga ingat
kalau gadis itu juga bernama Cita Putri. “Kaki
– Tangan – Tubuhku dan semua pikiranku, aku seorang Bangsawan. Atas nama
Bangsawanku, aku memerintahkan kalian perhiasan dewa PALOGGI , bersatulah
dengan tubuhku, BERCAHAYALAH ! - ” – Dari kejauhan Cartaf untuk pertama
kalinya menggunakan kekuatannya yang di peroleh dari tempat asalnya, kekuatan
yang di peroleh tepat di hari dimana kebahagiaannya di ambil darinya. “LIONTIN
PALOGGOS !!” – Liontin Paloggos bersatu
dengan dirinya dan membuat Cartaf mengendalikan tubuhnya dengan sempurna.
“TOLOOOONNNNNNGGGGGGGGGG!!!” – Cita Putri yang terjatuh dari gedung tinggi itu
berteriak dengan kencang meminta tolong, namun siapa didunia ini yang bisa menolongnya
?
“Haii.. Sudah
aman ~ kamu bisa membuka mata kamu sekarang” – Ucap Cartaf setelah melompat
kuat dan tinggi serta jauh dari tempatnya berada untuk menangkap tubuh Cita Putri
yang terjatuh dari lantai atas Gedung tersebut. “Ba- Bagaimana bisa ? Kamu Cartaf kan ? Apa kamu yang sudah
menyelamatkanku ?” – “Ah tidak, yang
menyelamatkanmu adalah Tuhan, meskipun aku tidak tahu apakah Tuhan itu ada,
baiklah tolong jaga baju dan celanaku ini ya” – Cartaf membuka baju dan
celananya untuk menutupi jejak dirinya, dia tidak ingin para TNI serta Polisi
mengetahui siapa dirinya, dan tidak pula ingin jadi incaran para Teroris itu
jika ini semua selesai. “hahh !! apa yang
kamu lakukan” – Teriak Cita sambil menutup matanya. “Aku pinjam Syal hitam mu ini ya Cita” “Ahh baiklah, fiuh bilang dong kalau kamu sudah pakai baju didalam
seragam sekolahmu -, -“ – “Yasudah, segera pulang kerumah dan tidak
perlu berurusan dengan para TNI atau Polisi, cepat pulang disini berbahaya”
– “Tapi kamu bagaimana?” – “Tidak perlu memperdulikanku, cepat nanti
bakalan ada bomb disini” – “Hahh !
tidak... baiklah, sampai jumpa Cartaf dan hati hati ya !” – Cita
meninggalkan Cartaf karena kaget dan takut , dia berlari menuju arah rumahnya
sekuatnya sambil tersenyum pada Cartaf seperti telah selesai pertemuan kencan
mereka yang sebentar itu. “Hoaaahh, hari
ini sepertinya akan melelahkan” – “Apa
itu tadi ? bayangan cepat apa tadi yang menabrak sandera yang dilemparkan dari
atas sana !!” – tanya Kapten Yadi kepada dirinya sendiri dan para pasukannya,
namun tidak ada yang tahu apa yang terjadi bahkan dirinya sendiri. “Kurang ajar ! siapa yang berani mengganggu
rencanaku ini !! Kalian semua ! Kembali kebawah dan amankan semua sandera,
segera bentuk barisan mode tempur !” – Bos teroris itu memerintahkan kepada
para saudaranya untuk kembali dan menjaga para sanderanya. Mereka bergegas
kembali .
“BERCAHAYALAH !! Cincin PALOGGOS !!.. DDOOOAAM !! “ – Cartaf
mengaktifkan kekuatan dari cincin nya dan menghancurkan tembok sisi kanan
Gedung tersebut yang mengarah langsung kepada tempat para sandera itu berada. “Kalian semua, cepat pergi dari sini, sebelum
para orang bodoh itu kembali lagi” – Cartaf berbicara kepada para sandera
itu “BANGSAT ! siapa kamu ? semuanya !
tembak dia !” – Cartaf tidak menyadari bahwa ada beberapa teroris yang
berjaga disana meskipun kebanyakan dari mereka masih berada diatas bersama
bosnya. “BERCAHAYALAH !! Gelang PALOGGOS – TING TING TING TRING TRING
TING TRING CRINGG” – Cartaf mengaktifkan gelang miliknya yang memiliki kekuatan
pertahanan luar biasa, gelang itu menghalau setiap tembakan dari AK-47 milik
para teroris tersebut. Seperti menghalau debu yang jatuh kedalam air, perisai
hitam itu sama sekali tidak tertembus. “Dasar
orang – orang pengangguran ! bikin capek saja. Haahh “ – Cartaf setelah
menghalau serangan dari para teroris itu langsung berlari dengan kecepatan
suara menghampiri wajah para teroris itu. Para teroris itu di hantam di bagian
wajah dengan Cartaf menggunakan kekuatan cincin penghancurnya, kepala para
teroris itu hancur dan tubuh mereka terlempar menghancurkan dinding – dinding,
ada yang terlempar ke langit dan mengagetkan pasukan teroris utama yang masih
berlari dari atas ke bawah, beberapa terlempar ke luar ke arah pasukan TNI dan
Polisi yang di luar dan beberapa juga terlempar ke arah pasukan Anti-Teror yang
sedang berada di dalam gedung hendak meringkus para teroris itu. “Kyaahh !! ada tubuh tanpa kepala keluar dari
dalam gedung !! Ini pasti sandera yang dibunuh para bajingan itu .. Kyaahh!!”
– Suara panik dan kaget serta takut dari para orang yang ada di luar sana. “Ini adalah para teroris, tapi siapa ? siapa
yang menghabisi para teroris ini dengan kejam dan luar biasa ? apakah pasukanku
?” – Berbicara didalam hati, Kapten Yadi mencoba mencari tahu apa dan bagaimana
serta siapa dalang dari kekuatan mengerikan itu. “Tim Naga ! Tim Singa ! Tim Hutan ! Apa yang sedang terjadi dialam sana
?” – Tanya kapten Yadi kepada Ketua Tim masing – masing pleton yang ada
didalam gedung. “Disini Tim Naga dan Tim
Singa, sepertinya sedang ada perkelahian antara Teroris dengan seseorang berbaju
hitam di Aula Gedung pak .” – “Cih !
segera ringkus mereka semua !” – “86
pak !” – “Kurang ajar, sebenarnya apa
yang sedang terjadi didalam sana ?“ – Dengan wajah kebingungan dan nada
yang bergetar, Kapten Yadi menghentikan percakapan dan memerintahkan pasukan
penjagaan segera menjaga tempat itu, semua kamera di matikan dan warga yang ada
disekitar situ di suruh mundur.
“Kurang
ajar!! Siapa yang berani – beraninya membunuh saudaraku dengan mengerikan
begini... Huaa !! Saudara – saudaraku segera maju dan hancurkan bocah tengik
dibawah itu” – Bos para teroris itu marah dan memerintahkan pasukannya
lompat dari atas ke bawah , jarak mereka sudah dekat dan mereka melompat dan
segera menembaki Cartaf yang juga mengincar para sandera akhirnya. Cartaf
memerintahkan para sandera lari dan akhirnya Cartaf mengakhiri mereka semua
para teroris itu dengan satu pukulan di masing masing wajah mereka. Mayat –
Mayat tampa kepala bergeletakan hanya dalam waktu 1 menit, Kecepatan dan
kekuatan yang luar biasa, seperti kekuatan Tuhan sedang bersemayam di tubuh
Cartaf. “Kamu masih ingin hidup babi ?
bertaubatlah dan pulang saja ke rumahmu” – Cartaf berbicara dengan bos para
teroris dan menyeretnya serta melemparnya ke luar, dan serentak para TNI dan
Polisi segera meringkus bos teroris tersebut. “Sebaiknya aku segera pulang, tubuh ini bau darah huekk !” – Cartaf
bersegera meninggalkan gedung itu dan berlari secepat kecepatan suara menuju
rumahnya dan bersegera mandi . Sementara itu di tempat kejadian “BANGSAT !!
JAWAB PERTANYAANKU !! Siapa kamu dan apa
yang telah terjadi dialam sana !!” –
Tanya Kapten Yadi kepada Bos teroris itu , namun orang itu tidak bisa berkata
apa – apa, yang bisa dia katakan hanya “Maafkan
aku, ampuni aku, aku tidak ingin mati, tolong jangan hancurkan kepalaku,
maafkan aku Tuhan !”, orang itu menderita trauman berat yang
membuatnya terus berkata seperti itu dan
membuat Kapten Yadi marah serta bingung akan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Para sandera semua berhasil diselamatkan dan tidak ada satupun yang terlukan.
Sementara itu di rumah Kontrakan Cartaf. “Huaaa !! aku melupakan sepeda motorku
disana, hhuaaa melelahkan harus mengambilnya kembali T,T” – Cartaf
melupakan sepeda motornya didaerah dekat dengan Gedung yang menjadi insiden
teroris tersebut. Kekuatan yang luar biasa terpendam di setiap mustika yang
dimiliki oleh Cartaf, mustika – mustika yang didapatkan dia dari masa kecilnya
yang kelam, mustika yang diterima dari keluarga Bangsawannya.
“Hmmm, besok
aku harus berterima kasih kepada Cartaf, dia telah menolongku hari ini, kalau
tadi dia tidak menolongku sudah jelas aku akan mati, tapi sebenarnya siapa dia
ya, bagaimana dia bisa memiliki kekuatan hebat seperti itu, apa dia seorang Pesilat
? Hahaha sudahlah yang penting besok aku harus menemuinya berterimakasih” .
Hari itu ditutup dengan senyuman dari wajah Cita Putri, hari itu juga ditutup
dengan wajah yang kesal dari Cartaf sambil berjalan kaki mengambil sepeda
motornya yang jauh dari Kontrakannya yang ditinggal sore tadi. – Eps 1 “Black
World Order”
Dukung Terus ! greatstoria.blogspot.com untuk lanjutan ceritanya. *smile
2 comments:
Lanjutkan ! Ditunggu episode berikutnya~🏁
Lanjutkan ! Ditunggu episode berikutnya~🏁
Post a Comment